Wednesday, May 25, 2016

Wednesday, May 18, 2016

WAKTU.

sosokmu.
kau datang begitu sigap, dan pergi begitu cepat.
bukan. bukan kamu yang mau itu singkat.
mungkin, waktu yang kita rasa berdetak lebih cepat.

ia tidak jahat, ia hanya cemburu pada kita.
cemburu karena sepanjang hidupnya, ia tidak bisa sebentar diam menikmati waktu bersama di pertemuan satu angka yang sama.
"jadi, mengapa tidak kupercepat saja, agar romantisan ini tidak semakin menyiksa," katanya.

kasihan dia.
kasihan kita.
maka, jadikanlah dan syukurkanlah sejenak waktu bersama kita. entah sekedar berbagi gurau, mengandai masa depan, memelas dibujuk, atau diam bersama.
karna ia, sang empunya atur hidup kita,

maka, pergilah cepat, untuk dapat kembali kilat.
karena ia akan terus berlari dan berlari, hingga saat ku menulis ini.
kau tahu,
mungkin kita tak perlu cemas, karena akibat kejarnya, sebentar lagi kita akan berjumpa kembali pada satu angka yang kita sepakati bersama.

Sunday, March 27, 2016

Bicara

Denganmu, aku ingin terus bicara setiap detil kehidupan dan pengalaman yang pernah kurasa atau ku dengar.
Karna detik yang diberi sang pencipta bisa habis pada waktu-Nya. Dan kamu. Bisa ikut habis pada waktu-Nya atau waktu kita. 
Jadi sebelum salah satu dari kita tidak akan bisa bicara lagi karna usianya, aku ingin terus bicara tentang semua. Tentang kamu, aku, hidup, anak-anak kita, khayalan, harapan, serta doa kita.

Tuesday, November 20, 2012

pembunuh

bunyi lenyap
mata-mata tertombak tercucur
jari-jari mengais meminta

pemberi jalan seakan lenyap
menghilang
entah kemana
atau
diambil siapa?

dinding kemegahan menjulang tegap
penuh kebusukan
kemunafikkan

potret ketimpangan menumpuk menjulang
seakan semu
atau sengaja disemukan?

penjilat penikmat nirwana
beri kaumku setitik air

bahkan..
hanya setitik dari yang kaumku pinta

Thursday, November 15, 2012

Tuesday, October 2, 2012

pesona kata seorang hawa

titik hasrat bergema lebar
terselengkat darah lalu benang tipis putih menguak layar

kumpulan pekat damai atau mengalah
aahh...
si jagonya mulai terbuka

awal rentetan murni kosong yang seringkali dirembuki pasukan-pasukan mininya atas tiap manuver yang datang
kini menjadi jumpa "ganggu" yang tak terelakkan

dan.. akhirnya si jago hidup tanya tanpa oksigen

yaaa...

detak desir rasa mulai membisukan logika..

.teruntuk seorang kawan yang sedang jatuh dalam pesona kata seorang hawa :p

Wednesday, August 8, 2012

Sunday, June 3, 2012

tik tok tik tok

Teratur jarum, ninus 20 dari sang setengah abad dan lebihnya
tiap gerak menyajikan kata-kata berkonotasi dan denotasi
Derap antar ini, kisah yang terjelembab atau sengaja dibuang menjadi santapan sang penghitung.
atau...
setiap gelap kegelapan yang  tampak karna tak dayanya tubuh adalah orgasme bagi si penonton dan pelaku.
saat ini, rasanya rakus dan ego ini belum mau selesai dan masih menagih

terka!

Jembatan panjang titik terhalang, bergaris lurus - berbaris manis diatas balutan kayu beresonansi dengan penari berkaki indah bekejaran diatasnya.

nikmat.....

Dipangkuannya seorang bertubuh tegap manis
Dengan sapuan manis, tiap helai jatuh menutupi pelipis matanya.

Menarik..

Mata bersenandung rasa
Memikat..

Diujung lancipnya bentukan pencipta, nyata pasukan putih berbaris rapi yang seakan tak mau kalah dengan sang jembatan, membentuk rekaman, bentukan, dan gelak.

Tuesday, March 27, 2012

Tuesday, February 21, 2012

WHAT IF?

bagaimana jika saat ini saya rindu suatu ketukan di muka kayu di pagi buta?
bagaimana jika saat ini saya rindu manusia terdahulu nampak dari terpaan angin saat sang penghalang diasingkan?
bagaimana jika saat ini saya rindu gurih pagi saat semua masih ditawarkan dalam komposisi baru?
bagaimana jika saat ini saya rindu lanturan di atas "pesawat" kita yang punya sejuta arah yang dituju?
bagaimana jika saat ini saya rindu pandangan bentukan tarikan nafas dan kepulan asap yang kau nikmati itu?
bagaimana jika saat ini saya rindu tawaran pagi yang kau berikan setiap aku mulai melihat dunia?
bagaimana jika saat ini saya rindu hidup antar pundak kita?
bagaimana jika saat ini saya rindu menikmati memaksa membuka mata dikala tutupnya yang belum berapa lama akibat bincangan lalunya?
bagaimana jika saat ini saya rindu diajak mengkerut saat dunia baru bangun untuk memutuskan arah kita?

B A G A I M A N A ??


J I K A ??


S A A T  I N I ??



saya rindu......

Sunday, January 29, 2012

portable

Halte siang ini tampak berbeda.
tetesan-tetesan dari atas, meneramkan percikan cahaya dari sang akhliknya.
Aku masih duduk di kursi panjang ini.
sudah hampir 15 menit aku disini, ditemanin seorang wanita muda beserta seorang anak perempuan berambut pendek kira-kira berumur 6 tahun yang duduk tak jauh di sebelah kiriku. 
ahh.. Persis tinggi dan postur tubuhnya seperti adikku.
kulihat Ia sedang tidur terlentang di atas kursi panjang biru ini, dengan kepala bersandar pada paha sang wanita. kecapaian atau sakit?
sambil mengelus kepala bocah perempuan yang menumpangi pahanya ini, sesekali wanita paruh baya ini menatap jalan dan diam dalam lamunan.
wajahnya tampak kuyu dan lesu. entah sudah berapa lama mereka mengarungi jalan.. atau mereka habis melakukan petualangan apa?

Tak begitu memperhatikan mereka, aku masih menunggu bus yang memang sudah aku rencanakan untuk kutumpangi.
10 menit selanjutnya berlalu sia-sia. Bus yang ku incar belum juga datang.
Aku masih memperhatikan sekeliling jalan.
berkelibat bayangan dan deru cepatnya kendaraan-kendaraan ini lalu lintas di depanku, membuatku bosan.
Pantulan cahaya yang tertutup awan pun membuat gedung-gedung di depanku ini tampak muram dan sendu.
Aku mulai memasang earphone ke blackberry dan memilih mendengarkan musik

Tak berapa lama, aku melihat wanita dan anak berkaos pink lusuh ini berdiri dan berjalan ke samping kananku. keluar halte. berjalan menyusuri pinggiran trotoar yang basah akibat hujan.

Langkah mereka tidak seirama. Sang wanita berjalan lebih cepat meninggalkan bocah bertopi hitam Honda yang sudah bolong sana sini ini di belakangnya.
mencoba melompati genangan-genangan air bekas hujan dengan langkah kecilnya, bocah bercelana panjang  pink muda  luntur menggantung ini terlihat menikmati setiap genangan air yang berhasil dilaluinya.
Entah sudah brapa lama celana ini dipakai atau sudah berapa turunan celana ini diwariskan, pikirku.

si anak mencoba menggapai tangan sang wanita yang berayun mengikuti langkahan kakinya, saat langkah mereka mulai kembali seirama.

Berjalan makin menjauhi aku,
mencari singgahan lain yang mau dihibur oleh speaker hitam portable yang ditenteng si wanita.


first!

kau. rahim eksistensi kami
salah menyapamu dalam gelap
saat banyak mata dan kaki saling berlawanan.
cari perhatian saja.

si gumpalan lemak dan si lebat itu mendadak menghampiri
mengertak. menyindir. cih!
sayang kami pintar.
masih berlagak saja kau.

jet lag.

pengapnya basement ini terasa familiar.
sudah berapa kali kita menapaki lantai bersemen ini?
sering yah?

tusukan lidi tebal panjang
hingar bingar pelengkap suasana.
sebulat penuh hitam pekat menggumpal
kretek.

lupa ya?
aaah! atau jaket khasmu dan helm warna warni unik macam tambalan robekan kain!
masih lupa?

......................

aku tidak.

nostalgia

bisakah?

sekali lagi kita berdiri di tempat yang sama?

disini.

aku.

kamu.

flanelmu.

memori.

sekali.

lagi.

Friday, January 6, 2012

Monday, December 5, 2011

Sunday, October 23, 2011

nostalgia

terdiam aku dalam pekat ini
album ini tidak ada yang menyenangkan
aku tertahan lagi
kembali pada nostalgia yang tak rampung dalam sehari
diikuti bunga yang makin hari makin tak jelas artinya

hampir setahun ini aku bisa. dan selalu bisa
namun kini, detik ini aku lunglai

apa selama ini aku bias?
menghindar
memprovokatori diriku sendiri

aku gentar
getar ini lemas
tak berkutik
hanya bisa menikmati getir ini
dan kembali aku, terjebak dalam nostalgia

Friday, October 14, 2011

PUNCAK MALAM ITU


Puncak malam itu. Udara menusuk dengan kejamnya lantaran kami makin menuju ke atas. Kabut makin menebal, menutup pandangan. seakan menolak kedatangan kami atau malah mau memberikan kejutan saat kami sudah bisa terbiasa melihat dalam kabut?

Kami memutuskan menepi di sebuah warung jagung bakar yang terlihat cukup luas dan nyaman untuk disinggahi. Beberapa warung disebelah kami dipenuh oleh rombongan para pe-touring.

Ditemani secangkir kopi susu panas dan jagung bakar yang masih menggepulkan asapnya, menunjukkan baru saja diangkatnya dari pembakaran. Kepulan asap rokok dari seorang teman disebrang. Kabut dan udara dingin yang makin menusuk ke dalam pori-pori terdalam. Melanjutkan pembicaraan kami mengenai ke-galau-an masing-masing. Sembari sesekali mengamati jalan yang banyak dilalui para rombongan motor-motor yang  berbeda dan terlihat sengaja melakukan perjalanan panjang ini malam itu.

“rame juga yah puncak malem-malem gini. Banyak rombongan-rombongan pe-touring. Salut2”
“iya. Keren deh mereka. jagoan.”
“hmmm...”
“jadi bagaimana?”
“Apanya yang bagaimana?”
“gatau deh.. apa mungkin bisa balik lagi?”
“Menurut lo?”
“hmmm... bisa kok.. asal tetep usaha. Haha klise banget..”
“hahahaha. Tai abis lo”
“jagung bakar. Kopi susu. Kabut. Perfect.”
“yakin perfect? ga ada yang kurang?”
“siaaal!. Gw udah tau lo bakal ngomong itu. Hmm kurang sih..”
“kurang apaaa hayooo???”
“kurang seseorang untuk dipeluk saat dingin gini. Momentnya udah pas padahal.. halahh.. galau kan gw.tai lo emang ”
“hahhaa. Sama.”
“roti bakar. Bandrek. Flava.. Cuma ganjal 1 hal” 
“apaan?”
“sama lo!”
“anjrit!”
 “harusnya situasi kayak gini bareng pacar. “
“anjing. Udah bagus gw temenin kesini lo. Babi. “
“hahha iye.iye.”

Tarikan dalam terlihat saat Ia mulai menaruh kreteknya ke ujung bibir dan mulai menariknya agak lama.
Tak lama kepulan asappun mulai terlihat keluar dari mulutnya. Teratur.

Kami pun melanjutkan chit chat kecil kami. Makin subuh dan makin tidak jelas. Tapi yang jelas pasti.

Jagung bakar. secangkir Kopi susu. Kabut. Kepulan asap. Dinginnya malam itu masih terasa kurang tanpa kau. Yang aku tidak dan belum tau siapa itu.

                                                                                                                                                                10/10/2011